Rabu, 05 September 2012

Guru Islami


(GURU = PENDIDIK)


Pengertian Pendidik dalam Islam
Sebagaimana teori barat, pendidik dalam Islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi afektif, potensi kognitif maupun potensi psikomotorik. Pendidik juga berarti orang dewasa yang bertanggung jawab memberi pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu berdiri sendiri dan memenuhi tingkat kedewasaanya, mampu berdiri sendiri memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah.SWT, dan mampu sebagai makhluk sosial, dan sebagai makhluk individu yang mandiri.
Pendidik petama dan utama adalah orang tua sendiri yang bertanggung jawab penuh atas kemajuan perkembangan anak kandungnya, karena sukses anaknya merupakan sukses orang tua. Firman Allah.SWT : “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (Q.S.At Tahrim : 6)

Karena tuntutan orang tua semakin banyak, anaknya diserahkan kepada lembaga sekolah, sehingga definisi pendidik di sini adalah mereka yang memberikan pelajaran kepada anak didik, yang memegang suatu mata pelajaran tertentu di sekolah.  Penyerahan anak didik ke lembaga sekolah bukan berarti orang tua lepas tanggung jawabnya sebagai pendidik yang pertama dan utama, tetapi orang tua masih mempunyai saham dalam membina dan mendidik anak kandungnya.

Kedudukan Pendidik dalam Islam
Pendidik adalah bapak rohani (spritual father) bagi anak didik yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pembinaan akhlak mulia, dan meluruskannya. Oleh karena itu, pendidik mempunyai kedudukan yang tinggi sebagaimana yang dilukiskan dalam hadis Nabi.SAW bahwa,”Tinta seorang ilmuan (ulama) lebih berharga ketimbang darah para syuhada.”. Imam Al Ghazali menukil beberapa hadis Nabi tentang keutamaan seorang pendidik, dan berkesimpulan bahwa pendidik disebut sebagai orang besar yang aktivitasnya lebih baik daripada ibadah setahun (Lihat Q.S : 9:122). Selanjutnya Al Ghazali menukil dari perkataan para ulama yang menyatakan bahwa pendidik merupakan pelita segala zaman, orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran nur keilmiahannya (‘Atha). Dan andaikan dunia tak ada pendidik niscaya manusia seperti binatang, sebab “pendidikan adalah upaya mengeluarkan manusia dari sifat kebinatangan kepada sifat insaniyah” (Al Hasan).
Selain itu perlu juga ditambahkan pernyataan yang mengandung artinya betapa pentingnya pendidik, yaitu: “Selagi manusia ada, pendidikan tetap diperlukan, selama pendidikan diperlukan, pendidik mutlak dibutuhkan.”


Tugas Pendidik dalam Islam
Menurut Al Ghazali, tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan, menyucikan, serta membawakan hati manusia untuk ber-taqarrub kepada Allah.SWT. Hal tersebut karena pendidikan adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam paradigma “jiwa”, pendidik diidentikkan dengan guru yang artinya “yang digugu dan ditiru”. Namun dalam paradigma baru, pendidik tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator proses belajar mengajar, yaitu relasi dan aktualisasi sifat-sifat ilahi manusia dengan cara aktualisasi potensi-potensi manusia untuk mengimbangi kelemahan-kelemahan yang dimiliki.
Pendidik dituntut mampu memainkan peranan dan fungsinya dalam menjalankan tugas keguruannya. Hal ini untuk menghindari adanya benturan fungsi dan peranannya, sehingga pendidik dapat menempatkan kepentingannya sebagai individu, anggota masyarakat, warga negara dan pendidik sendiri. Antara tugas keguruan dan tugas-tugas lainnya harus ditempatkan menurut proporsinya.
Kadangkala seorang pendidik terjebak dengan sebutan pendidik, misalnya ada sebagian orang yang mampu memberikan dan memindahkan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) kepada seseorang. Sesungguhnya seorang pendidik bukanlah bertugas itu saja, tetapi pendidik juga bertanggung jawab atas pengelolaan (manager of learning), pengarah (director of learning), fasilitator dan perencana (the planner of future society).
Oleh karena itu tugas dan fungsi pendidik dalam pendidikan dapat disimpulkan menjadi tiga bagian, yaitu : 1. Sebagai Pengajar (instruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun serta mengakhiri dengan pelaksanaan penilaian setelah program itu dilaksanakan; 2. Sebagai Pendidik (educator) yang mengarahkan anak didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian insan kamil seiring dengan tujuan Allah menciptakannya; 3. Sebagai Pemimpin (managerial) yang memimpin, mengendalikan diri sendiri, anak didik, dan masyarakat yang terkait, yang menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, dan partisipasi atas program yang dilakukan.
Dalam pelaksanaan tugas itu, seorang pendidik dituntut untuk mempunyai seperangkat prinsip keguruan. Prinsip tersebut berupa : 1. Kegairahan dan kesediaan untuk mengajar seperti memperhatikan, kesediaan, kemampuan, pertumbuhan dan perbedaan anak didik; 2. Membangkitkan gairah anak didik; 3. Menumbuhkan bakat dan sikap anak didik yang baik; 4. Mengatur proses belajar mengajar yang baik; 5. Memperhatikan perubahan-perubahan kecenderungan yang mempengaruhi proses belajar mengajar; 6. Adanya hubungan manusiawi dalam proses belajar mengajar.

Kompetensi Pendidik dalam Islam
W. Robert Houston mendefinisikan kompetensi dengan “Competence ordinarily is defined as adequacy for a task or as possessi on of require knowledge, skill and abilities.” (Suatu tugas yang memadai atau pemilikan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang).
Walaupun dalam pandangan Islam, siapa saja dapat menjadi pendidik, namun untuk menjadi pendidik Islam yang profesional masih diperlukan persyaratan tambahan, antara lain masalah personalitas-religius yang sudah seharusnya menyatu pada diri pendidik. Kita yakin bahwa masalah ini sudah kita fahami, tinggal cara merealisasikan tugas-tugas kependidikannya. Sebagai pendidik Islam sudah tentu harus mampu mengimplikasikan nilai-nilai yang relevan dan sekaligus menampilkan nilai-nilai tersebut.
Sebagai pendidik Islam, seseorang harus memiliki kompetensi-kompetensi antara lain sebagai berikut : 1. Penguasaan materi al-Islam yang komprehensif serta wawasan dan bahan pengayaan, terutama pada bidang-bidang yang menjadi tugasnya; 2. Penguasaan strategi (mencakup pendekatan, metode, dan teknik) pendidikan Islam, termasuk kemampuan evaluasinya; 3. Penguasaan ilmu dan wawasan kependidikan; 4. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan pada umumnya guna keperluan pengembangan pendidikan Islam; 5. Memiliki kepekaan terhadap informasi secara langsung atau tidak langsung yang mendukung kepentingan tugasnya.

Jika Anda Menyukai Artikel ini Mohon KLIK DISINI dan sebarkan pada yang lain melalui jejaring di bawah ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar