Sabtu, 22 September 2012

Ibn Miskawaih dan Karya-karyanya


Islam mengajarkan kepada manusia agar mengendalikan al nafs sehingga ia tidak terjerumus ke dalam jurang kehinaan dengan melakukan perbuatan tercela. Maka orang yang menjaga al nafs ia akan menuju kepada ketakwaan sebaliknya jika membuat fujur maka ia akan menemui kehinaan.
Dalam literatur Islam, kajian terhadap al nafs telah dilakukan oleh para filosof Muslim, dan salah satu di antaranya yang sangat intens adalah Ibn Miskawaih. Beliau membahas panjang lebar masalah ini dalam beberapa karyanya, namun yang dianggap lebih lengkap adalah kitab Tahzib al Akhlaq wa That hir al A’raq.
M.M. Sharif dengan mengikuti pendapat Izzat, mengatakan bahwa “Ibn Miskawaih adalah sejarawan dan moralis tulen, filsafat moral yang disusunnya bersifat genetik (berdasar kepada tempat dan posisi manusia di dalam evolusi kosmos), agamis dan praktis”. Pemikiran-pemikiran moral Ibn Miskawaih banyak mempengaruhi para ahli moral sesudahnya.
Abu ‘Ali Ahmad ibn Muhammad ibn Yaqub Miskawaih adalah nama lengkap dari Ibn Miskawaih. Sedang nama aslinyaadalah Ahmad Ibn Muhammad. Tetapi beliau lebih masyhur dengan nama Miskawaih atau Ibn Miskawaih.
Di dalam buku History of Islamic Philosophy dijelaskan bahwa perbedaan lafadz tersebut dikarenakan perbedaan dialek antar wilayah, lebih lanjut dikatakan :
According to Mir Damad and Nur Allah at – Shustari, it seems that the conversion of his family to Islam went backno further than his grandfather Maskuyah (the ending of this name, like that of Ibn Babuyah and Sibuyah, represents the Persian form of the middle-Iranian names endeing inoe. (The Arab vocalixe it as Miskawayh)”.
M. Arkoun menggolongkan pemikiran Ibn Miskawaih beraliran Syi’ah dalam bentuk Speculatif Thingking.
Beliau juga terkenal dengan julukan Al Khazain. Gelar tersebut dapat berarti Pustakawan, karena memang beliau dipercayai menangani buku-buku perpustakaan Ibn al-‘Amid. Al Khazain juga berarti Bendaharawan, karena pada masa puncak kekuasaan ‘Adud al-Daulah pada tahun 367-372 H Ibn Miskawaih dipercaya sebagai bendaharawannya.
Beliau lahir tahun 320 H/932 M, hal ini dikuatkan oleh M.M.Sharif dengan mengemukakan alasan “he used to be in the company of al-Mahallabi, the vizer, who rose to the office in 339/950 and died in 352/963, by which time that he mast have been at least nineteen.”  Ibn Miskawaih wafat pada tahun 421 H/1030 M di Isfahan.

Karya-karya Ibn Miskawaih

Ibn Miskawaih memiliki banyak karya dalam berbagai ragam disiplin ilmu. Namun banyak karya-karyanya menurut Zurayk yang berbentuk pengulangan/ tumpang tindih terutama yang berupa artikel. Dr. ‘Abdul ‘Aziz ‘Izzat, menyebutkan karya-karya Ibn Miskawaih sebagai berikut :
  • Tahzib al Akhlaq wa That hir al ‘Araq (tentang etika)
  • Al Fauz al Ashghar (mengenai ketuhanan, kejiwaan dan kenabian)
  • Al Sa’adah (etika politik)
  • Tajarrib al Umam (kitab sejarah)
  • Jawidan Khirad (ungkapan bijak dari para filosof)
  • Laqz Qabis (kumpulan risalah)
  • Badi’al-zaman al-hamazani (kaidah sya’ir)
  • Al Muqaddimah al Zikr (petuah-petuah)
  • ‘Asyar (kumpulan syair-syair)

Namun  dari  sekian banyak karya tersebut, yang paling terkenal adalah :
  • Al-Uns al-Farid (berisi anekdot, syair, pribahasa dan kata-kata mutiara).
  • Tajarrib al-Umam (tentang sejarah)
  • Al Fauz al Ashghar (metafisika)
  • Al Fauz al-Akbar (etika)
  • Tahzib al Akhlaq wa That hir  al ‘Araq (etika / moral) 
  • Tartib al Sa’adah (etika politik). 


Jika Anda Menyukai Artikel ini Mohon KLIK DISINI dan sebarkan pada yang lain melalui jejaring di bawah ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar