Jumat, 16 November 2012

Anak-ku Terlahir Gondrong



Mungkin akan sangat aneh jika pertama dilahirkan anak-ku sudah berambut panjang atau gondrong. Sebab umumnya bayi yang baru lahir hanya membawa sedikit rambut bahkan banyak bayi yang lahir plontos alias tanpa rambut sama sekali. Rambut yang sedikit itupun harus dibuang ketika si bayi berumur empat puluh hari. Meski tidak ada keharusan untuk membuang semuanya. Sebagaimana yang mentradisi di masyarakat kita.

Tapi syukurlah kalau semua itu tidak nyata, melainkan hanya sebatas khayalanku andaikan seperti itu yang terjadi.


Hingga kini masih ada sebagian orang yang beranggapan bahwa janin dalam kandungan dipengaruhi oleh kondisi dan perilaku orang tuanya selama kehamilan. Bahkan di kampungku masih tetap hidup ditengah masyarakat sebuah kepercayaan, jika seorang laki-laki membunuh seekor binatang tanpa sengaja pada saat isterinya sedang hamil maka anaknya akan lahir dalam keadaan cacat.

Memang ada beberapa kasus yang kutemukan, seorang bayi yang terlahir cacat dan ayahnya mengaku pernah membunuh binatang seperti ular atau yang lainnya pada saat anaknya masih dalam kandungan. Namun aku tetap berpikir kalau semua itu tidak berdasar. Masih ada kemungkinan lain seperti karena malu memiliki anak cacat lantas mengaku melakukan perbuatan lain sebagai penyebabnya. Mumpung semua itu masih diterima di masyarakat.

Terlepas apakah itu benar atau tidak, akupun tak memiliki data yang bisa dipertanggung jawabkan. Kita kembali saja kepada apa yang kualami sendiri. Ketika isteriku mengandung anak kedua, aku masih memelihara kuku dan membiarkan tetap panjang seperti sebelum menikah. Entah sebuah kebetulan atau bukan, sewaktu anak-ku lahir jari-jari kedua tangannya telah ditumbuhi kuku yang panjangnya melebihi lazimnya kuku bayi.



Sebagai respon atas hal itu, muncul beberapa komentar dari orang yang melihatnya. Sudah sepantasnyalah demikian, sebagai akibat kesalahan ayahnya yang berkuku panjang. Mengingat hal itu makanya aku lantas membayangkan, seandainya istriku hamil pada waktu rambutku masih panjang, tentu anak-ku akan terlahir gondrong.



Jika Anda Menyukai Artikel ini Mohon KLIK DISINI dan sebarkan pada yang lain melalui jejaring di bawah ini  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar