Jumat, 16 November 2012

Ayah, di Sekolah Elsaelsi Ada Setan



Di suatu siang, ketika putri kembarku Elsa dan Elsi pulang sekolah. Secara serempak keduanya mengatakan,  “Ayah, ayah, di sekolah Elsaelsi ada setan.” Teringat akan kejadian-kejadian di beberapa sekolah di kotaku yang siswanya mengalami kesurupan, kupikir hal yang seperti itu yang telah terjadi di sekolah anak-ku.

Hal lain yang menjadi pemikiranku, apakah ini hanya cara anak-ku untuk menolak ke sekolah, sebab setelah empat bulan bersekolah mereka tetap belum mau ditinggal dan masih selalu minta ditemani bahkan sampai ke dalam kelas. Seolah mereka tahu kalau aku dulu tidak pernah mengenyam pendidikan di Taman Kanak-Kanak.


Namun sebelum hilang keterkejutanku, salah seorang permata kembarku melanjutkan. “Itu kata Bu Guru. Tadi sebelum waktu berdo’a, Bu Guru mengatakan semua anak-anak harus ikut berdo’a. Bagi yang tak ikut membaca do’a berarti dia digoda setan. Lalu pas waktu do’a dimulai, ada dua orang teman Elsaelsi yang tak ikut, dia hanya berbicara dengan yang lain. Kata Bu Guru disana ada setan dan tak lama kemudian setannya pindah ke teman lain yang juga berbicara. Emangnya kalau kita berbicara ada setan ya Yah?”


Aku hanya diam, dalam hatiku terucap seuntai bait : Ya, jika berbicara dengan laki-laki bukan muhrim di tempat sepi ketika engkau sudah dewasa.



Jika Anda Menyukai Artikel ini Mohon KLIK DISINI dan sebarkan pada yang lain melalui jejaring di bawah ini  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar