Kamis, 30 Maret 2017

Ciuman Polwan Untuk Pengendara Dalam Operasi Simpatik 2017



Oleh : Syamsuddin

elsaelsi.com (@) Sewaktu mengantar anak ke sekolah pagi itu, di sebuah persimpangan kulihat banyak polisi lalu lintas disertai polwan yang masih muda dan cantik-cantik. Mereka membawa bunga dan coklat serta papan-papan bertulisan.

Setelah dekat, dan kebetulan lampu pengatur lalu lintas sedang merah, baru aku tahu bahwa Satlantas Polri tengah menggelar Operasi Simpatik 2017 dan khusus di Satlantas Pasaman pada pagi itu, mereka sedang melakukan apresiasi terhadap pengguna jalan.


Dan mereka memberikan reward berupa setangkai bunga bagi yang telah mematuhi peraturan lalu lintas terutama yang telah memakai helm standars untuk pengemudi dan penumpang. Serta memberikan coklat untuk anak-anak. Sayangnya, putri kembarku Elsaelsi belum dapat, karena pada waktu itu kebetulan helm kami hanya satu bertiga.

Sebuah apresiasi yang cukup mendidik, menurutku. Dan entahlah kalau memang ini tujuan dilaksanakannya Operasi Simpatik. Dibanding razia dengan memarah-marahi para pelanggar. Mungkin tindakan seperti ini akan membuat sebagian orang akan lebih terpanggil untuk mematuhi peraturan lalu lintas, khususnya mengenakan helm saat berkendara.

Sehingga sampai beberapa hari setelah itu, setiap mau pergi, anak-ku selalu meminta untuk pakai helm. Karena dalam pikirannya jika kita pakai helm nanti di jalan akan diberi coklat oleh polisi.

Sungguh sangat berbeda dengan ketika aku dimarahi polisi waktu membonceng isteriku yang tak pakai helm, butuh waktu lama untuk membujuk dan meyakinkan anak-ku untuk menghilangkan rasa takutnya, agar dia mau naik motor saat akan mengantarnya ke sekolah bahwa kami tak akan dimarahi lagi oleh polisi.

Kembali pada pagi itu, persis di depan kami ada seorang pengendara motor yang kukenal. Anaknya satu sekolahan dengan anak-ku. Pagi itu kedua anaknya pakai helm. Si sulung kelas tiga SD, duduk di belakang. Sementara adiknya yang berumur lima tahun di depan.

Ketika berhenti di lampu merah, mereka dikerumuni polisi. Sembari memberikan setangkai bunga dan coklat untuk kedua anaknya. Dengan mengacungkan sebuah papan bertuliskan “Cowok Keren Pakai Helm’ polisi dan polwan berfoto bareng mereka yang diabadikan dengan kamera smartphonenya. Itulah bentuk apresiasi yang kumaksud.

Sesampai di sekolah anak-ku, motorku berhenti persis di sebelah orang yang mendapat reward dari polisi tersebut. Dengan masih memegang setangkai bunga dan coklat di tangan, anak laki-laki yang berumur lima tahun itu kudengar bertanya pada ayahnya.

“Ayah, kenapa Tante Polwan itu memberi kita coklat dan bunga?”

“Karena kita berperilaku baik di jalan, Nak,” jawab sang ayah sambil tersenyum dan berpaling ke arahku.

“Di rumah, kalau Adek berperilaku baik akan dicium oleh Bunda. Kenapa ayah nggak dicium pula oleh Tante Polwan itu?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar